Mainan, dari kata dasar main 'play', bagaimanakah mainan yang sehat, dan cocok bagi anak-anak. Jika dilihat dari sejarah perkembangan manusia pada hakekatnya hidup itulah mainan bagi anak-anak usia bermain. Terlepas dari adanya pengaruh demografi dimana anak itu dilahirkan. Sedangkan sehat tentu harus lebih diperhatikan konteks 'sehat' darimanakah kita melihat konteks 'sehat' itu, apakah dari perspektif kesehatan jasmani atau sehat dalam arti kejiwaan.
Berdasarkan kebiasaan yang berlaku pemahamaan mainan sehat lebih kepada fisiknya, (= tidak membahayakan) tentu sampai disini kita tentu memiliki pemikiran yang sama. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kesehatan jiwa, pada hakekatnya bermain itu menyehatkan jiwa karena menimbulkan rasa senang, mental yang senang berarti bebas dari segala tekanan, otak akan menerima rangsangan yang luar biasa sehingga tampaknya semua ide bisa muncul dalam bentuk apa saja. Coba perhatikan seorang anak yang sedang bermain sendok misalnya, dengan hanya sebuah sendok si anak mampu bermain hingga dalam jangka waktu yang panjang , asik dan sepertinya jauh dari rasa bosan artinya ia sudah menemukan dunianya dengan hanya sebuah sendok, bagi kita mungkin menganggapnya 'wasting time' tetapi apakah kita pernah berpikir apa yang ada dalam pikiran si anak ketika dia sedang memainkan sendok tersebut? well, we never know.
Kembali kepada masalah bermain, seperti yang saya singgung diatas bahwa hidup itu sendiri bagi si anak adalah suatu permainan, tentunya anda pernah melihat seorang anak sendiri atau dengan beberapa temannya sedang 'pretending' ber-imajinasi dirinya menjadi seseorang yang bisa berarti siapa saja entah itu meniru tokoh kartun, komik atau sangat mungkin meniru diri kita sendiri, sadarkah bahwa anak tersebut sedang memainkan sebuah kehidupan. Contoh yang paling mudah ditemui adalah si anak sedang bermain boneka sambil diajak ngobrol bonekanya atau masak-masakan (wah contohnya buat anak cewe ya, maklum anakku cewe smua), jadi bermainlah karena bermain bagi usia anak bermain adalah sehat dan bermanfaat
Berdasarkan kebiasaan yang berlaku pemahamaan mainan sehat lebih kepada fisiknya, (= tidak membahayakan) tentu sampai disini kita tentu memiliki pemikiran yang sama. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang kesehatan jiwa, pada hakekatnya bermain itu menyehatkan jiwa karena menimbulkan rasa senang, mental yang senang berarti bebas dari segala tekanan, otak akan menerima rangsangan yang luar biasa sehingga tampaknya semua ide bisa muncul dalam bentuk apa saja. Coba perhatikan seorang anak yang sedang bermain sendok misalnya, dengan hanya sebuah sendok si anak mampu bermain hingga dalam jangka waktu yang panjang , asik dan sepertinya jauh dari rasa bosan artinya ia sudah menemukan dunianya dengan hanya sebuah sendok, bagi kita mungkin menganggapnya 'wasting time' tetapi apakah kita pernah berpikir apa yang ada dalam pikiran si anak ketika dia sedang memainkan sendok tersebut? well, we never know.
Kembali kepada masalah bermain, seperti yang saya singgung diatas bahwa hidup itu sendiri bagi si anak adalah suatu permainan, tentunya anda pernah melihat seorang anak sendiri atau dengan beberapa temannya sedang 'pretending' ber-imajinasi dirinya menjadi seseorang yang bisa berarti siapa saja entah itu meniru tokoh kartun, komik atau sangat mungkin meniru diri kita sendiri, sadarkah bahwa anak tersebut sedang memainkan sebuah kehidupan. Contoh yang paling mudah ditemui adalah si anak sedang bermain boneka sambil diajak ngobrol bonekanya atau masak-masakan (wah contohnya buat anak cewe ya, maklum anakku cewe smua), jadi bermainlah karena bermain bagi usia anak bermain adalah sehat dan bermanfaat
0 comments:
Post a Comment
New Daddy or Becoming a Daddy Please have comment