Tuesday, January 6, 2009

Ndulang

Liburan Tahun Baru 2007, di Merak, aktivitasnya lebih banyak main pasir, lihat laut, ndulang, ya ndulang (bahasa Jawa=menyuapin), mungkin karena saya dibesarkan dilingkungan jawa (yogya), maka adalah hal biasa bagi saya untuk 'ndulang' anak saya, kebiasaan ini masih saya lakukan ketika pindah ke Jakarta pada tahun 2003 tetapi yang berbeda adalah jika di daerah asal kita akan terbiasa melihat seorang ayah yang 'ndulang' anaknya, nah di Jakarta ini terutama dilingkungan saya tinggal sangat jarang bahkan saya belum pernah melihat dan menemukan seorang ayah yang 'ndulang' anaknya, mungkin karena kondisi Jakarta yang tidak memungkinkan bagi seorang ayah hanya untuk sekedar 'ndulang' anaknya, karena kesibukannya saya sendiri juga merasakannya akan tetapi jika ada kesempatan saya pasti akan menyediakan waktu untuk 'ndulang' bagi anak saya waktu makan dengan di 'dulang' identik dengan makan sambil jalan-jalan diluar, karena dengan digendong pake gendongan atau pake selendang, bagi saya pribadi lebih nyaman pake selendang untuk menggendong, mungkin hanya masalah kebiasaan saja kali ya.
Pertama kali 'ndulang' saya mengajak anak saya ke taman dikomplek dekat tempat saya tinggal pada waktu sore hari, wah ternyata ramai sekali banyak temennya tetapi saya merasa seperti orang asing karena ternyata lebih banyak baby sitter dan pembantu rumah tangga yang sedang 'ndulang' anak-anak asuhannya sambil ngerumpi, tetapi saya cuek yang penting anak saya mau makan, pada hakekatnya 'ndulang' juga melatih kita untuk mengenal karakter anak kita sendiri, bagi kita para ayah akan sangat bagus untuk melatih kesabaran sekaligus merasakan bagaimana istrinya susah payah menyuapi anaknya, silahkan dicoba bonusnya ya bubur bayi kalo tidak habis silahkan dimakan sendiri,

1 comments:

  1. saya bukan new daddy or becoming daddy tapi becoming mommy yang ntah kapan hahaha~
    duh jarang-jarang sih cowok jaman sekarang mau ndulang anak-anaknya kalo gak dipaksa dulu. buat jagain sebentar aja kadang-kadang ada yang sudah pasang muka capek duluan.
    bersyukur deh masih ada daddy daddy yang masih mau & ndak malu ndulang anak-anaknya sendiri. smoga aja makin banyak yang seperti itu.

    ~PP

    ReplyDelete

New Daddy or Becoming a Daddy Please have comment