Sunday, December 21, 2008

Reading habits

Membaca adalah sumber ilmu, lah setiap orang yang terpelajar dan terdidik pasti tahulah ya pentingnya membaca, namun kapankah kita sebaiknya mulai membiasakan membaca?. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan disini mengapa membaca penting.
  1. Membaca adalah suatu kebiasaan bukan hanya sekedar karena minat dan kesenangan (2 hal ini hanya sebagai pemicu untuk membaca)
  2. Dengan memiliki kebiasaan membaca pengetahuan yang diberikan tidak akan terbatas dari orang tuanya saja.
  3. Bagi orang tua hal ini akan sangat berguna dikemudian hari anak tidak akan gampang rewel (lho bagaimana hubungannya)
Saya mulai memperkenalkan buku kepada anak-anak saya rata-rata pada usia 3 bulan. Mengapa karena sudah saya jelaskan dipostingan sebelumnya bahwa pada masa anak bisa menggunakan inderanya maka pada saat itu pula-lah sianak mulai memasukan segala pengetahuannya kedalam otaknya, akan tetapi kenapa kita tidak ingat kejadian sewaktu kita berusia 3 bulan adalah dikarenakan kita belum memiliki kemampuan dalam memahami bahasa, sehingga apa yang kita dengar dan rasakan tidak bisa dideskripsikan kedalam otak. Namun kita akan ingat secara visual dan audio. Oleh karena itu pilihlah buku yang memanjakan mata, dalam hal ini saya merekomendasikan buku anak-anak impor mengapa? karena secara visual lebih bagus, secara kualitas lebih awet (bukunya tidak mudah robek karena memang didesain bagi anak-anak,) dan dari segi harga murah (lho kok, iya kalo belinya bekas atau secondhand book) kalo beli yang baru wah selangit harganya dan kalo anak kita terus menumpahkan susu dibuku itu yang nangis ortunya karena harganya mahal kecuali anda mampu. Dulu sewaktu masih tinggal di yogya saya biasa main ke shopping center mengobrak-abrik buku bekas, dan ingat kadang buku anak-anak harganya murah karena yang jual kadang kurang memahami nilai suatu buku. Apalagi buku anak-anak, buku yang tampak difoto adalah buku terbitan dari sesame.org yang punya karakter big-bird dan elmo yang mendunia, namun jangan salah buku itu saya beli per-buku antara Rp 1500 - Rp 2500 tergantung kondisi buku, namun isinya sangat cocok bagi anak-anak, saya juga pernah membeli sebuah buku terbitan korea berharga Rp 3500 berisi tentang metamorphosis kupu-kupu dengan lukisan visual yang sangat bagus dan detil dan mudah dipahami oleh anak-anak, pernah juga buku menempel dan lepas dengan karakter doraemon terbitan Jepang seharga Rp 5000, dan masih banyak lagi. Saya tidak membatasi jenis buku harus berbahasa Indonesia atau bahasa Inggris kuncinya adalah selama visualnya bagus maka okelah mengapa toh kita masih bisa bercerita kepada anak dari ilustrasi dan visual yang disajikan dalam buku tersebut tidak masalah menggunakan bahasa apa dibuku tersebut, bahkan dari beberapa buku yang saya beli yang terbitan korea dalam halaman dalamnya benar-benar hanya mengandalkan penyajian visual.

Membacakan buku akan sangat penting karena itu adalah bagian dari mendongeng jika anda tidak pintar mendongeng. Namun yang harus disadari adalah disini ketika anda membacakan buku anda juga sedang menjalin komunikasi dengan si anak, dan yang paling penting anak akan merasa sangat nyaman, ketika membacakan buku kuncinya adalah diekspresi yang anda gunakan dalam membaca sehingga anak akan semakin larut dalam cerita dan dongeng yang ada bacakan, kalopun tidak bisa berekspresi ya sudah biasa aja yang penting anak dibacakan buku, dan bagi anda yang lelah dari kerja seharian mendongeng adalah sarana ampuh untuk....cepat tidur saya yakin ketika anda mulai pada halaman pertama tentu sudah mulai menguap, coba deh.

Kemudian apa hubungannya dengan buku dan rewel, dari sekian banyak buku yang anda bacakan suatu ketika akan ada satu buku yang merupakan favoritnya, nah buku inilah akan menjadi andalan anda ketika si anak rewel. Jika saya mudik ke yogya, saya selalu mengingatkan anak untuk memilih sendiri buku yang akan dibawanya untuk diperjalanan, namun saya juga mempersiapkan buku lain sebagai cadangan hanya untuk mengatasi jika si anak mulai bosan dengan bukunya. Anak-anak selalu bersemangat kalo diajak ke toko buku, dan biasanya saya udah menyiapkan bujet sehingga anak-anak bebas memilih bukunya, lebih baik investasi buku dibanding membelikan mainan karena kalo mainan rusak akan menjadi sampah namun jika buku, anak akan membacanya seterusnya. diwaktu senggang saya selalu merapikan rak buku dengan cara buku dirolling yang didalam diletakan diluar dan yang diluar diletakan didalam sehingga memberikan kesan bahwa selalu ada buku baru yang akan dibaca.

Saya membiasakan anak membaca buku setelah selesai makan malam, TV dimatikan kemudian saya menyuruh anak untuk memilih sendiri bukunya yang akan dibacakan, setiap hari ditempat tidur pasti ada 4 sampai 5 buku. INGAT buku mahal tidak akan berari apa-apa jika kita hanya membelikannya namun tidak pernah memberi contoh membaca, meng-encourage-nya untuk menyukai buku dan membacanya. percaya deh anak-anak akan cenderung lebih tenang ketika membaca buku karena imajinasinya sedang bermain-main secara lebih luas.

STOP PRESS: anak-anak akan selalu menteladani dan mencontoh orang tuannya, dan sekarang anak saya yang paling besar sudah mulai meniru ayahnya untuk membaca buku ketika sedang ditoilet. Cape deeh padahal tu tempat aku cari inspirasi dan membaca.



0 comments:

Post a Comment

New Daddy or Becoming a Daddy Please have comment