Balita dan anak-anak adalah usia bermain, suatu ketika saya mendapatkan penghasilan lebih dari pekerjaan saya yang terlintas dalam benak ketika menerimanya adalah saya ingin membeli mainan buat anak saya, ya mainan alias dolanan. maklum waktu kecil saya jarang atau bahkan tidak pernah mendapatkan mainan baru biasanya mainan yang saya terima adalah mainan yang berasal dari bekas kakak atau dari tetangga. Di Jakarta ini banyak sekali tempat untuk hunting mainan mulai dari mangga dua, proyek senen hingga dilorong prumpung deket terowongan casablanca, banyak sekali dijual mainan dengan berbagai macam bentuk dan harganya. Rencanan saya nanti akan mengajak sikecil untuk memilih sendiri mainannya, maka sekedar mencari info harga dan model mainan, waktu itu saya ke proyek senen, namun sebelumnya saya mampir ke atrium senen untuk mengisi perut, ketika sedang makan waktu itu saya makan di mc donald yang terletak di lantai dasar, kemudian saya melihat ada seorang anak (kira-kira berusia 4 - 6 th) yang berjongkok didepan toko yang menjual mainan dan seorang ibu yang sedang berusaha membujuk untuk bangkit dan segera pergi, tetapi semakin si ibu ini menarik anaknya maka sianak semakin ngotot sambil jongkok dan menunjuk-nunjuk salah satu mainan yang dipajang dietalase dan didepannya si mbak-mbak SPG dengan senyum-senyum kecut dan berharap sianak berhasil membujuk ibunya untuk membeli dagangannya. si ibu mulai kesal dan sianak dimarahin dan dicubitin, sianak tetap dengan kekeh pendiriannya dan mulai mengeluarkan senjata andalannya yaitu berteriak dan menangis keras istilah kerennya yang saya baca adalah 'temper tantrum' akhirnya saya memutuskan untuk membeli sendiri dan menentukan sendiri jenis mainan yang akan saya beli, karena setelah saya pikir-pikir seorang anak tidak akan tahu bedanya mainan mahal dan mainan murah dan mainan mahal juga belum tentu dia sukai. karena anak saya berusia 4 tahun maka saya mencari mainan yang mudah dimainkan, aman serta murah akhirnya saya membeli mainan ya yang biasa dimainkan anak cewe bahasa kromonya 'buat mainan pasaran' ada cangkir plastik, piring plastik, kompor plastik satu set. dan harganya tidak sampai 20 rebu.
Sampai dirumah dia sangat asyik bermain dan saya melayaninya bermain 'pasaran' padahal dulu waktu kecil saya sukanya main perang-perangan (ihik!) maklum karena anak cewek, ternyata aseek juga kita berimajinasi membuat masak-2 an, nah yang lucu ketika anak saya berusaha menyuapin saya dengan makanan pura-pura, namun gaya nyuapinnya sambil memaksa akhirnya saya tahu bahwa itu gaya mamanya ketika nyuapin anaknya, makanya hati-hati kalo anak anda sudah usia meniru jaga sikap, jadi tahu bagaimana cara mamanya nyuapin.
moral of this story:Terkadang memanjakan anak adalah balas dendam orang tuanya ketika kecil tidak mendapatkan apa yang diinginkan sehingga ketika punya anak berusaha untuk memberi apa yang dulu tidak pernah diterima dari orang tuanya, namun yang harus diperhatikan adalah kembalikan pada kebutuhan si anak kita tidak boleh terlalu larut pada ego pribadi karena saya pernah membeli mainan yang dulu waktu kecil sangat saya inginkan dan ketika saya membelikannya buat si anak mainan itu baru beberapa kali sudah membosankan bagi dia, apalagi kalo sampai rusak yang marah malah orang tuanya karena mainannya berharga mahal, jadi belilah sesuai dengan nilai barangnya dan harganya karena sekali lagi anak tidak akan tahu bedanya mainan mahal atau mainan murah yang penting adalah bahwa mainan itu akan membahagiakan dan menyenangkannya syukur-syukur dia bisa belajar dari mainan tersebut.
Dan sebaiknya membeli mainan tidak mengajak anak anda artinya supaya anda sebagai orang tua memiliki kendali terhadap keinginan anak, karena jika anda mengajak anak membeli mainan atau membeli mainan didepan sianak maka ia akan menganggap bahwa suatu ketika jika melihat mainan maka ia akan mendapatkannya dengan mudah, ya kalo anda mampu tidak apa-apa tetapi kalo tujuannya belanja kemudian harus menambah belanjaan dengan barang yang mungkin tidak diperlukan saat itu yaitu mainan, maka anda akan repot sendiri. Percaya deh
Justru mainan yang kelihatannya sederhana dan kita mau melibatkan diri dalam permainan itu maka hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi si anak nah disinilah yang dimaksud 'quality of time' dari orang tua, jadi enjoy aja, orang lain melihat anda sebagai kekanak-kanakan biar saja malah justru mungkin yang mengatakan itu masa kecilnya tidak bahagia.
0 comments:
Post a Comment
New Daddy or Becoming a Daddy Please have comment